Sabtu, 27 Agustus 2016

Mengapa Berubah Itu Sulit?

Mengapa Berubah Itu Sulit?

Hampir setiap orang yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya, baik pribadi, sebagai trainer maupun terapis, mengatakan ingin mengubah kehidupannya lebih baik. Apakah itu dari sisi karier, penghasilan, relasi, bentuk tubuh sampai kesehatan.
Apakah Anda ingin sukses? Setiap orang normal mestinya menjawab iya, hanya bergantung aspek mana yang menjadi fokus definisi kesuksesannya. Sangat sedikit orang yang tidak menemukan ada aspek kehidupan yang ingin mereka tingkatkan.
Sementara kebanyakan orang merasa terlampau sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk melakukan sebuah perubahan, ternyata berhasil mewujudkan apa yang mereka inginkan. Pertanyaannya adalah apa yang diperlukan untuk membuat kita bisa menyadari potensi penuh kita? Mengapa terkadang kita berhasil, terkadang malah mendapatkan hasil yang mengecewakan?
Dalam dunia pengembangan diri, para pakar mengatakan hal yang serupa walau tidak dengan bahasa yang sama. Semuanya mengatakan ada kekuatan yang lebih besar dari yang bisa kita sadari yang menentukan sukses kita. Atau kebiasaan yang tertanam di pikiran bawah sadar. Semuanya mengacu pada kekuatan pikiran bawah sadar.
Jadi ada sebenarnya perubahan itu?
Ide sebuah perubahan sebenarnya sederhana. Bagi sebagian orang, perubahan adalah hal yang berhubungan dengan materi yang lebih baik. Kesejahteraan yang lebih baik. Kekayaan, uang. Jadi perubahan yang lebih baik itu berarti lebih banyak kekayaan dan uang bukan? Ternyata bukan demikian, Uang hanyalah simbol dari keberhasilan kita melakukan perubahan itu.
Mengapa perubahan menjadi sulit walau sangat diinginkan? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini. Mari kita lihat satu per satu.
Keyakinan yang Bertentangan
Sebagai ilustrasi, mari kita lihat contoh berikut. Si Badu ingin menjadi kaya. Sehingga ia memiliki kebebasan untuk membeli dan melakukan apapun yang ia impikan dari dulu. Namun, ada program lain dalam pikiran bawah sadarnya yang mengatakan orang kaya itu jahat, korupsi, menindas yang lemah. Dengan dua program yang bertentangan ini perubahan yang ia inginkan tentu terhambat dan tidak terwujud.
Keyakinan yang bertentangan terjadi hampir dalam setiap orang. Tandanya adalah menggunakan kata: “Tapi…” Setiap kali kita menyadari diri sedang menggunakan kata “Tapi…” maka tuliskan keyakinan yang bertentangan itu. Membangun kejelasan pada sebuah masalah akan membantu kita menyelesaikannya dengan mudah.
Berubah berarti melepaskan sesuatu
Mudah untuk menyadari sulitnya perubahan, apalagi makna berubah adalah melepaskan sesuatu dalam diri atau kehidupan. Sesuatu itu bisa jadi hal yang menahan kita, program yang bertentangan, yang sudah begitu terpatri di pikiran bawah sadar.
Melepaskan sesuatu, seperti ingin berhenti merokok itu tidak mudah. Karena prgram merokok itu tidak hanya berdiri sendiri, tetapi ada sokongan dari 10,20 atau mungkin 30 program yang mendukung untuk tetap merokok. Dorongan untuk berhenti merokok seringkali kalah.
Pemrograman pikiran bawah sadar
Sadar atau tidak, seringnya tidak, kita diprogram oleh lingkungan. Oleh keluarga, teman, sekolah, masyarakat, iklan, yang menanamkan program yang halus, yang tidak bisa kita sadari dalam keadaan normal. Nilai-nilai merasa kekurangan, merasa tidak mampu, selapis demi selapis tertanam dalam bawah sadar. Sehingga sampai suatu hari sudah begitu kuat dan sulit untuk melepaskannya.
Seberapa sering Anda (mungkin) pernah mengatakan pada diri sendiri: Saya tidak bisa. Itu tidak akan berhasil untuk saya. Kamu tidak cukup tua. Kamu terlalu muda. Kamu bodoh. Kamu enggak bakal bisa.
Umumnya program yang masuk ke pikiran bawah sadar adalah program yang negatif. Mari kita analogikan pikiran kita seperti sebuah kebun. Jika kita tidak menanamkan tanaman yang kita inginkan di kebun maka ilalang lah yang akan tumbuh. Sekeliling kita sudah banyak sekali benih-benih negatif yang siap tumbuh setiap saat. Memprogram, mendengarkan, membaca buku yang positif dalam pikiran kita adalah hal penting dalam melakukan perubahan.
Apa yang kita tanyakan pada diri kita sendiri saat kita melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi? Kita umumnya bertanya, mengapa saya begitu bodoh sampai kesalahan itu terjadi? Lalu apa yang terjadi jika kita melontarkan pertanyaan semacam itu? Ya, pikiran bawah sadar kita menjawab dengan jawaban yang menegaskan keburukan dan kebodohan kita. Dan ia semakin memperkuat program negatif yang sudah ada dalam diri.
Bertanyalah dengan pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan program positif dari pikiran bawah sadar. Contohnya, Mengapa saya sangat mudah bangkit dari kesalahan dan selalu mendapatkan hasil gemilang? Nah, coba tanyakan dan apa jawaban yang muncul di pikiran Anda? Positif dan membangun bukan?
Mekanisme Pertahanan Pikiran
Secara alami, kegagalan sangat tidak menyenangkan. Dan mekanisme pertanyaan pikiran kita adalah mencari nikmat dan menghindari sengsara. Dan di antara dua pilihan tersebut, manusia lebih cenderung melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk menghindari sengsara. Tidak banyak yang mau menerobos sampai mengalami kegagalan demi kegagalan.
Menghabiskan jatah gagal adalah kunci untuk sukses. Membaca kata “jatah gagal” saja sudah mengaktifkan mekanisme petahanan dalam diri kita, dan menimbulkan zona nyaman yang sangat kuat di kondisi saat ini. Ide perubahan pun semakin menghilang dari pikiran.

Kunci Rahasia untuk Mengubah Hidup Susah Menjadi Mudah

kunci-mengubah-hidup“Ingin mengubah hidup yang susah menjadi mudah”, saya membaca kalimat ini disalah satu formulir data peserta kelas AMC (Alpha Mind Control) di kolom motivasi untuk mengikuti pelatihan. Bapak ini berasal dari banyuwangi, dan sudah lama ingin belajar tentang PIKIRAN, sampai menabung biayanya selama 6 bulan untuk mengikuti kelas AMC. Dan sabtu kemarin, tanggal 24 Januari 2015, bapak ini akhirnya bisa belajar AMC. Terkadang banyak orang yang mempermasalahkan biaya dalam kelas saya, bahkan pernah ada yang sedikit bertanya dengan nada marah “mas firman, kalau membantu harus ikhlas, gak perlu pake biaya2”. Mungkin anda yang membaca tulisan-tulisan saya ini, ada yang berpikir sama dengan orang yang bertanya ini hehe.
Saya ambil contoh bapak yang dari banyuwangi tadi ya, ketika dia bersungguh-sungguh ingin belajar AMC dengan menabung selama 6 bulan, dan akhirnya bisa, dalam proses ini sesungguhnya sudah ada ilmu yang saya berikan kepada anda, yaitu bagaimana caranya fokus kepada impian dan mengontrol pikiran untuk mencapainya. Biaya yang dikenakan di kelas reguler sebenarnya sangat murah jika dibandingkan dengan manfaat besar yang didapat. Dan setiap sehabis kelas AMC, saya selalu mendapatkan ucapan terima kasih dari para peserta, sebab merasa mendapatkan lebih banyak dari apa yang dia “bayar”. Bahkan ada peserta yang bilang, bahwa saya obral ilmu hehe. Karena banyak orang belajar ilmu tentang hidup butuh proses yang lama,biaya yang besar, untuk ritual, untuk sesajen, belum waktu yang dihabiskan untuk meditasi, puasa dan sebagainya. Bahkan ada juga yang bilang, kalau di tempat lain dibuat level-level yang lama dan menambah biaya terus, tetapi dengan belajar AMC maka sudah paham semuanya.
Oh ya, saya juga teringat ada seorang peserta pada sabtu kemarin yang berasal dari riau, tanggal 20 januari, bapak ini mengirimkan pesan ke saya bahwa belum bisa mengikuti training di tanggal 24 januari, sebab biayanya tidak ada. Tetapi besok sorenya tanggal 21 januari, bapak ini mengirim pesan lagi bahwa jadi ikut AMC tanggal 24 januari sebab tiba-tiba ada yang membayar hutang, sehingga bisa pergi ke surabaya. Ajaib kan, belum belajar AMC sudah mendapat keajaiban. Dan pengalaman seperti ini banyak dialami peserta yang mau belajar. Itulah bagian dari pembelajaran AMC sebenarnya, sehingga biaya yang saya buat memang sebagai “pre-test” bagi mereka yang bersungguh-sungguh mau mengubah kualitas hidupnya. Sehingga peserta lebih mudah menyadari “keajaiban pikiran” dalam kelas setelah tahu rumus-rumus dalam AMC.
keajaiban-pikiran
Kesungguhan untuk mau belajar itulah yang menjadi dasar terjadi perubahan persepsi dalam pikiran seseroang, sehingga terjadilah perubahan hidup. Ketika sebelum belajar AMC, banyak peserta yang beranggapan bahwa mengubah hidup itu susah, tapi setelah mengenal AMC, mereka mengatakan ternyata GAMPANG dan SIMPEL ya. Ya memang kunci rahasia itu pada umumnya dirahasiakan dan diperoleh dengan cara yang susah dan lama, ya kan? Nah, anggapan ini yang mau saya ubah dengan membuat metode AMC. Kunci rahasia itu sebenarnya mudah dan sudah ada dalam diri tiap-tiap orang, apa itu? Yaitu PIKIRAN. Pikiran seseorang adalah PUSAT dari program dalam diri dan kehidupan setiap orang.
bukti-belajar-amc
Kehidupan yang susah, bukan terjadi karena keinginan TUHAN, bukan karena TAKDIR TUHAN,sebab TUHAN itu MAHA PENYAYANG, jadi mustahil TUHAN menghendaki kesusahan bagi makhluknya. Lalu siapa yang menjadikan kehidupan itu susah? yang menjadikan kehidupan seseorang itu susah, adalah diri orang itu sendiri. Hidup yang susah dihasilkan dari program-program dalam pikiran seseorang itu sendiri. Mungkin anda masih tidak percaya bahwa PIKIRAN andalah yang menyebabkan kesusahan itu, memang banyak orang pada awalnya tidak percaya karena belum memahami. Tetapi begitu bertemu saya di kelas AMC, baru sadar bahwa dirinyalah yang salah.
kunci-mengubah-hidup-mudah
Kunci Rahasia untuk mengubah HIDUP SUSAH menjadi MUDAH, ada di PIKIRAN anda. Anda perlu MENGENALI program yang ada dalam pikiran anda, dan mengubahnya menjadi program yang mudah. Jika PIKIRAN anda sudah diprogram menjadi mudah maka PASTI TUHAN menakdirkan hidup anda PENUH KEMUDAHAN. Percayalah, TUHAN itu MAHA BAIK dan MAHA PEMBERI KEMUDAHAN.